Pewarta-tambora, Jakarta — Masjid Jami Keramat Luar Batang atau juga populer dengan sebutan Masjid Luar Batang adalah sebuah bangunan ibadah bersejarah di daerah Penjaringan, Jakarta Utara. ... Bangunan masjid yang juga merupakan salah satu cagar budaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini, menghadap ke Pelabuhan Sunda Kelapa.
Kini penampilan luar Masjid tersebut sungguh berbeda dibandingkan sebelumnya, setelah di revitalisasi oleh Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta.
Banyak para pengunjung terkagum kagum dengan penampilan Masjid ini, apalagi bila dilihat pada malam hari, tampak keindahan cahaya lampu yang menghiasi disekitar Masjid tersebut, dan sekitar area Masjid menjadi lapang, nyaman dan indah
Bicara masalah pengunjung, menurut salah satu DKM Masjid Keramat Luar Batang, Daeng Mansur Amin saat ditemui awak Media, Minggu (6/6/21) mengatakan, rata rata setiap harinya dalam 24 jam, Masjid ini dikunjungi 1000 pengunjung, mereka datang tidak sekaligus, melainkan secara bergantian atau keluar masuk, dari 7 hari dalam seminggu, pada malam Jum'at pengunjung datang lebih banyak dari pada malam lainnya, dan protokol kesehatan tetap harus dijalankan.
Untuk keamanan pengunjung itu sendiri, pengurus Masjid telah memasang camera pengintai atau CCTV sebanyak 16 buah, serta dibantu para petugas keamanan di lapangan, untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, pengunjung dapat melapor pada petugas dan akan ditindaklanjuti pada kepolisian setempat dan akan didampingi oleh pengurus Masjid.
Pengurus Masjid juga menyediakan sarana khusus bagi pengunjung disabilitas, seperti tempat wudhu yang dirancang khusus dan menyediakan kursi roda bila pengunjung tersebut tidak membawa, serta jalan khusus disabilitas.
Disinggung masalah pengeluaran dalam sebulan, Daeng Mansur Amin mengatakan, biaya pengeluaran plus minus Rp.70 juta.
"Biaya sebesar tersebut, 90% diperoleh dari para peziarah yang datang ke makam Waliyullah Alhabib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus, dan Alhamdulillah Saldo Kas yang ada sekarang adalah sekitar Rp.400 jutaan", Ungkap Daeng Mansur.
Selain untuk pengeluaran keperluan Masjid dan para pengurus Masjid, ada juga pengeluaran untuk warga sekitar Kampung Luar Batang, seperti santunan anak yatim dan kaum Dhuafa setiap bulannya.
Banyak manfaat Keberadaan Masjid dirasakan masyarakat, seperti adanya dua Mobil Ambulance pengantar jenazah dan satu mobil Ambulance untuk orang sakit, dan semua itu gratis untuk wilayah DKI Jakarta.
"Bila ada warga yang meninggal pun, apabila bicara dengan kami, kami bantu dari Ambulance, pemakaman bahkan bila memang tidak mampu, sampai tahlil pun kami bantu sampai selesai", jelas Daeng Mansur Amin.
Beliau berharap pagi para pengunjung yang datang untuk berziarah, jangan pernah sampai salah langkah, karena keimanan dan kemusyrikan itu tipis, bahwa yang berhak disembah itu hanya Allah SWT, jangan sampai menyembah selain Allah, sedangkan peziarah yang datang berziarah ke Shohibul Makom Waliyullah itu, sebagai tanda bersyukur atas jasa jasa Shohibul Makom semasa hidupnya, sehingga Islam berkembang sampai saat ini, sebagai pensiar Islam di Jakarta ini, jangan sampai akidah para pengunjung goyah, jangan sampai Shohibul Makom menjadi sesembahan para pengunjung, itu yang selalu diingatkan para pengurus untuk para pengunjung.
Kami para pengurus selalu berusaha maximal, segala masukan dan kritikan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada, kami akan berusaha agar pengunjung senang dan nyaman, kami akan melayani sebatas kemampuan kami, karna memang keberadaan kami disini sebagai pelayan dari mereka, ungkap Daeng Mansur Amin, mengakhiri.(yus)